memilih
pilihan itu selalu terjadi
seperti apa jadinya julius caesar bila tidak memilih cleopatra?
seperti apa jadinya bila hitler tidak jadi menikahi eve braun?
seperti apa jadinya bila joseph Ignace Guilloti nggak nemuin guillotine?
seperti apa jadinya bila gajah mada ga ngucapin sumpah palapa?
pilihan itu seperti menyiapkan takdir di depan kita.
bukan seperti pepatah jadi orang harus iklas.
tapi sebelum iklas kita harus tau dulu keputusan kita.
seperti halnya memilih membeli es krim ato es lilin.
mungkin es krim terasa lebih nikmat .. tapi karena bbrp hal sebuah es krim bisa menjadi hambar.
nah disini di butuhkan keiklasan kita menerima rasa eskrim itu seperti apa adanya.
seperti halnya kita tau kondisi kita
kita tau kondisi lingkungan kita.
trus kita memilih apa langkah kita selanjutnya.
disini ada bbrp perhitungan sebelum mengeluarkan "iklas"
kebetulan saya memilih suatu pilihan ringan dan berat.
ringan karena melepas mimpi, berat karena mimpi itu lepas
mimpi tersebut selalu hadir setelah di lepas.
sepertinya mimpi itu harus di raih lagi.
sepertinya rasa bersalah, takut, iri, ragu2 selalu muncul.
tapi ada persiapan "iklas"
1. kondisi lingkungan yang tidak sesuai dgn mimpi jangan dipaksakan
2. mimpi yang akan diraih … benar2 bisa atau sekedar mimpi?
3. dalam hidup kita harus mengerti bukan cuma menerima
4. bakal ada byk kontra dalam pilihan kita.
jadi sekarang saya coba menetapkan mimpi baru.
apapun resikonya buan cuma iklas yang harus aku lakukan
tapi mengerti bahwa setiap kita memilih pasti ada 2 kutub yang mengikuti.
dan saya harus menrimanya.
mimpi untuk meneruskan hidup di dunia baru.
dan saya ingin mimpi lama masih selalu di hati.
semoga semua mimpi ini bisa membuat kita manusia menjadi lebih baik dan mengerti arti hidup ini.
baik, buruk, benar, jahat, hebat, loser …. semua harus di mengerti
mengerti akan pilihan iklas akan hasilnya
selamat memilih