suatu hari di desa suka indah
si bun … yang masih umur 3 taun sedang bermain di pematang sawah bersama teman2nya,
bernyanyi penuh riang gembira, berlompat lompatan kesana kemari. tidak lupa salig bercanda gurai dengan 3 temannya.
tidak terasa hari sudah menjelang sore, karena terlalu asik bermain mereka lupa kalo matahari hampir saja terbenam.
tampak dari kejauhan sayup-sayup terdengar suara memanggil …
rupaya mereka mengerti akan isyarat, matahari terbenam hari sudah mulai malam.
maka dengan santai mereka pulang keruamah masing masing …
melewati pematang sawah di selimuti awan kuning kemerahan .. si bun berada di bagian paling belakang.
karena terlalu asik bernyanyi, tiba-tiba si bun terperosok.
namun teman2nya tidak mengetahuinya….
si bun kaget dan berusaha memanggil, namun hanya erangan yg terdengar. sibun nampak kaki kanannya tertancap patahan kayu menembus ujung kakinya, dilihatnya 2 jari kecilnya yg imut tampak terlepas dari kakinya, dan diantara tusukan kayu sibun melihat semacam patahan tulang menembus kulitnya putih bersih di antara daging berwarna kemerahan.
si bun berusaha menarik kakinya namun si kecil imut ini hanya bisa merangkak pelan. hingga melewati sebuah jembatan. nampak kaki sibun sudah mulai byk tertutup tanah liat, hilang sudah warna putih dan daging segar itu.
setelah melewati jembatan, sibun tampak meringis dgn bibir mungilnya … ternyata kayu di kakinya telah lepas tersangkut sisi jembatan, dan juga ujung kakinya telah hilang semua …
dengan gerakan pelan mencoba merayap, hingga melewati tangga terbuat dari tanah dan batu … sibun mencoba turun … baru 1 tangga sibun sudah terpeleset jatuh ke bawah bersamaan dengan runtuhnya beberapa batu.
dibawah sibun sepertinya tidak bisa bergerak lebih byk lagi … bibir mungilnya tampat tergigit keras, jari mungilnya mencoba menggapai sesuatu di atasnya.
gerakannya terhenti karena kakinya tertindih batu besar, lebih besar dari kepalanya, bajunya tampak sedikit terkoyak, lututnya menyembul keluar dan dari dalan perut sebelah kanan, nampak 3 tulang putih kecil kluar dari dalam kulitnya.
tak terasa cairan warna merah mulai mengalir dari badan si bun, kemudian si bun terkesima … karena tiba-tiba nampak 3 anjing hutan berbulu lebat telah berada di depannya. mereka dengan lincah menjilati cairan merah tersebut. sibun mencoba mengusir tapi bagi anjing itu nampak seperti ajakan.
dengan sigap ajing2 itu mulai mendekati si bun, di dorongnya batu di kaki sibun, di tariknya badan si bun ketempat yag ebih terang dan tidak tertutp ranting2 tajam.
kemudian dengan pelan, mereka mulai menggigit daging2 di tubuh si bun, kaki yang retak dan lutut yang lepas telah di ambil olah anjing terkecil, kemudian 2 anjng mulai menarik perut sibun dan kaki satunya. sibun hanya bisa mengerang da mengerang.
dengan sekali tarikan keras, badan si bun terbelah menjadi dua. tampak usus dan isi perut si bun terberai keluar. pinggang dan kaki telah terbawa oleh anjing hutan tersebut.
tinggal si bun sendiri di temani aning liar yang mencoba menghabiskan menu makan malamnya
2 hari berlalu, tubuh sibun hanya tinggal tulang dan baju compang capingnya, serta tampak beberapa daging yang mulai menghitam, sebelah kepalanya terdapat loang besar, seluruhmatanya telah hilang, tiada lagi hidung dan telinga serta mulu, hanya beberapa lapisa kulit rambut yang mulai berbau busuk.
sibun yang lucu gemuk menggemaskan sudah tidak ada lagi.
(untuk temanku, bahwa idup itu tak selamanya indah, jangan bermimpi terlalu besar, karena akan merasakan kegagalan yang besar pula, nikmati apa yang ada.)
terima kasih